Jim Mattis Janji akan Lanjutkan Usaha Diplomatik di Korut

Jim Mattis Janji akan Lanjutkan Usaha Diplomatik di Korut

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengumumkan pada media

Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis berjanji akan terus melanjutkan usaha diplomatik di Korea Utara usai meluncurkan rudal antar benua terbaru (ICBM) negara tersebut.

Menjelang pertemuan dengan perdana menteri Libya, Mattis mengatakan kepada wartawan bahwa usaha diplomasi belum berakhir untuk membalikkan ambisi nuklir dan rudal Korea Utara.

“Kami akan terus bekerja secara diplomatis. Kami akan terus bekerja melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan kita akan terus-menerus dalam hal itu,” kata Mattis.

“Pada saat yang sama, diplomat kita akan berbicara dari posisi lebih kuat karena kita memiliki pilihan militer,” tambahnya, dilansir Yonhap, Jumat (1/12).

Mattis berulang kali mengatakan bahwa Amerika Seriakt lebih memilih solusi diplomatik untuk krisis nuklir. Tapi jika Korea Utara secara langsung mengancam Gedung Putih atau sekutu-sekutunya, ia akan melakukan melakukan perang.

Pada hari Rabu, Pyongyang menguji coba apa yang dikatakannya merupakan rudal balistik antar benua yang mampu membawa “hulu ledak super besar” ke seluruh daratan Amerika Serikat

TAGS : Amerika Serikat ICBM Korea Utara

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25617/-Jim-Mattis-Janji-akan-Lanjutkan-Usaha-Diplomatik-di-Korut/

Peserta Kirab Pemuda Diharap Promosikan Keindahan Alam Tegal

Peserta Kirab Pemuda Diharap Promosikan Keindahan Alam Tegal

Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci di Tegal

Tegal – Perjalanan peserta Kirab Pemuda Nusantara telah memasuki hari ke 64 dengan melintasi 19 titik singgah di berbagai wilayah di Indonesia. Ke 19 titik singgah kali ini peserta zona I  berkesempatan menyinggahi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah selama tiga hari (28-30/11).

Sebagai kota persinggahan, Kabupaten Tegal merupakan kota yang memiliki karakter serta keunikan tersendiri di wilayah Jawa Tengah. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dan didapatkan di kota ini, tidak hanya soal wisata alamnya yang mempesona serta kulinernya yang khas, Tegal juga terkenal dengan industri mesinnya. Cukup pesatnya perkembangan industri mesin di kota tegal membuat kota ini mendapatkan julukan negeri Jepang yang terselip di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Bupati Tegal Enthus Susmono menyambut baik peserta kirab yang menyinggahi kota Tegal. Kunjungan di Tegal akan melengkapi dan memperkaya pengetahuan para peserta akan kekayaan alam, budaya dan kreativitas masyarakat Indonesia di masing-masing daerah.

“Untuk itu saya sangat menyambut baik kirab ini dalam rangka menggugah dan membangkitkan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa yang besar dengan segala keberagamannya. Jadi tidak salah jika kirab pemuda Indonesia 2017 singgah di wilayah yang dikenal dengan Jepangnya Indonesia,” terang Enthus. 

Selain bisa menumbuhkan semangat persatuan, Enthus juga berharap peserta kirab bisa ikut serta mempromosikan keindahan alam serta keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia melalui berbagai media masa kini salah satunya media sosial. 

“Selain sebagai sarana mempersatukan bangsa, juga media promosi yang efektif untuk memperkuat daya tarik bangsa ini dengan keindahan alam keramahan dan keragaman budaya,” kata dia.

Sementara itu Asisten Deputi Tenaga dan Peningkatan Sumber Daya Pemuda Djunaidi mengatakan, selama di Tegal peserta kirab yang terdiri dari 36 pemuda dan pemudi terbaik Indonesia akan mengeksplorasi dan mempelajari keragaman budaya serta keindahan alam di Kabupaten Tegal. Dengan demikian para pemuda bisa ikut serta ambil bagian menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia. 

“Mengenali maka akan mencintai, jika sudah mencintai maka akan ikut menjaga dan melestarikan sepenuh hati serta menumbuhkan semangat persatuan di kalangan anak muda. Ini inti dari pelaksanaan kirab pemuda,” jelas Djunaidi.

Selama berada di Kabupaten Tegal, para peserta di ajak untuk mengenal ragam budaya serta kreativitas melalui pagelaran budaya unggulan seperti festival dolanan anak, egrang, blendungan, sintren, tarian tradisional serta wayang santri yang didalangi oleh Bupati Enthus. Selain itu peserta kirab juga diajak mencicipi durian khas wilayah Jatinegara yang saat ini menjadi kuliner buah andalan Kabupaten Tegal.

TAGS : Kirab Pemuda 2017 Tegal

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25616/Peserta-Kirab-Pemuda-Diharap-Promosikan-Keindahan-Alam-Tegal/

Lagi, Arab Saudi Cegat Kiriman Rudal dari Yaman

Lagi, Arab Saudi Cegat Kiriman Rudal dari Yaman

Peta Arab Saudi (Foto: Al jazeera)

Riyadh – Pasukan pertahanan udara Arab Saudi kembali berhasil mencegat rudal balistik dari Yaman di kota selatan Khamis Mushait di provinsi Assir, barat daya, pada hari Kamis (30/11). Serangan rudal tersebut merupakan yang kedua bulan ini sejak rudal 4 November yang dicegat di dekat Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh.

Media militan di Yaman mengatakan, setelah pemimpin kelompok tersebut mengancam Riyadh dengan pembalasan atas sebuah blokade, “Kami mengkonfirmasi keberhasilan percobaan rudal balistik kami, yang mencapai target militernya di Arab Saudi,” menurut saluran televisi Al-Masira yang dikelola oleh Houthi.

Sebelumnya, kepala milisi Abdulmalik al-Houthi memperingatkan agar menentang memperpanjang blokade yang diberlakukan di Yaman. Ia mengatakan, “Jika blokade berlanjut, kita tahu target (apa) yang akan menyebabkan rasa sakit dan bagaimana mencapainya,” jelas Abdulmalik dilansir AFP, Kamis (30/11)

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memperketat blokade yang sudah berlangsung lama di pelabuhan Yaman dan bandara internasional utama di Sanaa setelah serangan rudal November bulan ini

Menurut Al Arabiya, Liga Arab pada 19 November menyebutkan bahwa sejak awal konflik di Yaman 78 rudal balistik yang dilepas dari Yaman untuk menyerang Arab Saudi 

 

 

 

TAGS : Yaman Arab Saudi Houthi Rudal

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25615/Lagi-Arab-Saudi-Cegat-Kiriman-Rudal-dari-Yaman/

Nusantara Mengaji Sabuk Pengaman Indonesia

Nusantara Mengaji Sabuk Pengaman Indonesia

Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) mengisi Nusantara Mengaji di Jakarta, Kamis (30/11)

Jakarta – Inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa Nusantara Mengaji dan Nusantara Bershalawat merupakan sabuk pengaman bangsa Indonesia dari gempuran narkoba.

“Apalagi kita saat ini sedang memperingati Maulid Nabi, Insyaallah melalui forum ini darurat narkoba dapat diatasi secepatnya,” kata Cak Imin dalam Peringatan Maulid Nabi dan Khataman Alqur`an yang digelar Nusantara Mengaji di PTIQ, Kamis (30/11).

Menurut Cak Imin, darurat narkoba di Indonesia tidak main-main karena menyebabkan generasi muda penerus bangsa hilang. Bahkan, setiap hari follower narkoba terus bertambah.

“Darurat narkoba harus secepat-cepatnya kita atasi atau kita kehilangan generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.

Panglima Santri Nusantara itu mengajak semua pihak untuk ambil bagian dalam pemberantasan narkoba. Perlu diingat, kata dia, jumlah angkatan muda Indonesia begitu banyak. Bila narkoba dibiarkan merajalela maka bangsa ini mudah dihancurkan.

“Namun, kita masih beruntung semangat keagamaan bangsa ini tetap terjaga. Semangat itu terjaga dengan pelaksanaan maulid yang terus dilakukan umat muslim dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” kata Cak Imin.

Dengan gelora Maulid juga, kata dia, umat muslim membantu bangsa Indonesia mengatasi tiga persoalan utama, yakni krisis narkoba, rencana alam dan krisis ekonomi.

TAGS : Nusantara Mengaji Muhaimin Iskandar Cak Imin

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25610/Nusantara-Mengaji-Sabuk-Pengaman-Indonesia/

Wow, Adik Gamawan Dapat Ruko dari Bos Penggarap e-KTP

Wow, Adik Gamawan Dapat Ruko dari Bos Penggarap e-KTP

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik, Andi Narogong

Jakarta – Azmin Aulia, adik kandung mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi disebut mendapat ‎sebuah ruko di Grand Wijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan yang diberikan oleh Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos.

‎Demikian diungkapkan terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan eeKTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong saat pemeriksaan terdakwa, di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017). PT Sandipala merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek e-KTP.

Menurut Andi, pemberian ruko tersebut terjadi setelah PNRI diketahui menjadi pemenang proyek e-KTP. “Setelah ada pemenang lelang, ruko diberikan kepada Azmin. Itu bekas kantornya Paulus Tanos yang dibalik nama ke Azmin Aulia,” ucap Andi dalam persidangan.

Dalam persidangan, Andi juga mengaku bahwa uang korupsi proyek e-KTP mengalir kepada anggota DPR dan pejabat di Kementerian Dalam Negeri. Sejak awal perencanaan proyek e-KTP, kata Andi, dirinya dan pengusaha lainnya sudah diminta kesiapan untuk memberikan fee sebesar 10 persen.

Dijelaskan Andi, dari jatah 10 persen itu dialokasikan untuk DPR senilai 5 persen. Sementara 5 persen lainnya ‎untuk pejabat Kemendagri. Kemudian, setiap anggota konsorsium telah diberikan tugas masing-masing sesuai persentase yang akan diberikan kepada pejabat di DPR maupun Kemendagri.

Persentase fee tersebut diminta secara langsung kepada Andi dan pengusaha lainnya oleh Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri saat itu.

Lantaran Paulus telah memberikan fee kepada Azmin, Andi giliran menyerahkan uang 1,5 juta dollar AS kepada Kemendagri. Azmin dalam persidangan sebelumnya, ‎selalu membantah menerima apapun terkait e-KTP. Hal itu kemudian dikonfirmasi oleh majelis hakim kepada Andi.

“Saya tidak tahu yang mulia, itu keterangan masing-masing,” tutur Andi.

TAGS : E-KTP Gamawan Fauzi Andi Narogong

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25614/Wow-Adik-Gamawan-Dapat-Ruko-dari-Bos-Penggarap-e-KTP/

Curhatan Andi Narogong dalam Jeratan E-KTP

Curhatan Andi Narogong dalam Jeratan E-KTP

tersangka proyek e-KTP, Andi Narogong

Jakarta – Andi Agustinus alias Andi Narogong mengakui diuntungkan sekitar 2,5 juta dollar Amerika Serikat dari proyek e-KTP. Hal itu dikatakan Andi saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurut Andi, dirinya ‎berjanji menyerahkan uang yang diperolehnya itu kepada negara. Janji itu disampaikan lantaran Andi menyadari dirinya bersalah dalam sengkarut rasuah proyek bernilai Rp 5,9 triliun itu.

“Saya sadar saya salah, saya berniat kembalikan uang yang saya terima 2,5 juta dollar AS. Karena itu uang negara dan saya mau hidup tenang,” ucap Andi kepada majelis hakim.

Andi dalam persidangan juga mengakui bahwa dirinya pernah memberikan uang sebesar 1,5 juta dollar AS kepada Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman, melalui adiknya, Vidi Gunawan. Menurut Andi, uang itu sesuai dengan permintaan Irman, sebagai syarat untuk memenangkan lelang proyek e-KTP.

Tak hanya itu, Irman dalam kelanjutannya juga kembali meminta uang kepada Andi. Irman, sebut Andi, meminta uang sebesar 700.000 dollar AS kepadanya.

Sebenarnya, kata Andi, fee untuk Irman telah disepakati akan disediakan oleh Perum PNRI. Akan tetapi , Andi memberikan uang talangan sebesar 700.000 dollar AS lantaran PNRI membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan sub kontraktor.‎

Pada akhirnya, kata Andi, dirinya memilih mundur dari proyek e-KTP. Andi kemudian meminta agar uang yang pernah ia keluarkan untuk membayar fee diganti oleh Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem. Johannes merupakan salah satu pengusaha dalam proyek e-KTP.

Menurut Andi, Johannes Marliem pada akhirnya mengganti uangnya sebesar 2,2 juta dollar AS dan 300.000 dollar AS sebagai keuntungan dalam proyek e-KTP.
Sebagai bukti komitmen untuk penyerahan uang, Andi telah mencicil uang 2,5 juta dollar AS tersebut dengan menyetorkan 350.000 dollar AS kepada rekening KPK.‎

“Saya merasa uang Biomorf adalah uang negara yang saya rasa harus dikembalikan. Daripada saya dikejar terus sama KPK, saya mau hidup tenang,” terang Andi.

Dalam persidangan ini, Andi memang buka-bukaan mengenai pengetahuannya terkait proyek e-KTP. Hal itu tak seperti sebelumnya. Kepada majelis hakim, Andi menjelaskan bahwa perubahan sikapnya tersebut bukan tanpa sebab. ‎

“Awalnya saya itu tidak mau menyulitkan orang. Tapi kok lama-lama saya dijadikan seperti sampah, seperti Bantar Gebang, tempat pembuangan akhir dari semuanya,” ujar Andi.‎

Awalnya, diakui Andi, dirinya memang sulit untuk mengingat fakta dan kejadian yang sudah berlangsung lama. Karena itu, kata Andi, keterangan yang disampaikannya saat menjadi saksi juga terbatas.

Andi, disisi lain juga takut keterangannya malah menyudutkan pihak lain. Dia pun ‎ingin menanggung kesalahannya terkait korupsi e-KTP hanya seorang diri.

Namun, kata Andi, dua terdakwa sebelumnya dan para saksi yang memberikan keterangan di pengadilan malah melimpahkan semua kesalahan kepadanya. Seolah-olah Andi merasa dijadikan tumbal untuk menyelamatkan orang lain.

“Mau tidak mau, dengan bukti rekaman KPK, ya saya sebagai terdakwa berusaha untuk kooperatif,” tandas Andi.

TAGS : E-KTP Setya Novanto Andi Narogong

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25613/Curhatan-Andi-Narogong-dalam-Jeratan-E-KTP/

KPK Geledah Tim 11, Ini Respon Bupati Kutai Kartanegara

KPK Geledah Tim 11, Ini Respon Bupati Kutai Kartanegara

Struktur Tim 11 versi dokumen aduan masyarakat

Jakarta – Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari  mengaku telah dikonfirmasi penyidik KPK terkait keterlibatan tim 11 dalam kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang menjeratnya jadi tersangka. Tak hanya itu, Rita juga dicecar mengenai penggeledahan sejumlah kediaman dan kantor milik personil tim 11.

Hal itu diungkapkan Rita usia menjalani pemeriksaan di gedung, KPK, Jakarta, Kamis (30/11/2017). Rita mengklaim tak paham soal penggeledahan yang menyasar tim 11.

“Nggak ngerti saya. Karena kemarin pas ditanyai siapa tim 11, mungkin yang ini yang disebutkan tim 11,‎” ungkap Rita sebelum memasuki mobil tahanan KPK.

Informasi yang dihimpun, rumah tim 11 yang telah disatroni tim penyidik KPK beberapa waktu lalu adalah Sarkowi V Zahry, dan Erwinsyah. Rita pun tak menampik keberadaan nama-nama itu.

Dalam tim 11 disebut-sebut salah satu personilnya bernama Muhammad Iskandar. Yang bersangkutan telah tutup usia lantaran menjadi korban jembatan runtuh pada 26 November 2017. “Ada. Ada yang meninggal,” kata Rita.

Rita pun tak membantah mereka yang disebut tergabung dalam tim 11 terdiri dari berbagai latar profesi. Misalnya Sarkowi V Zahry yang merupakan politikus dan menjadi anggota DPRD Kaltim.

“Di Golkar kan. beberapa di Golkar, ada yang kerja, macem-macem,” tutur dia.

Pun demikian, Rita bersikukuh menepis jika Tim 11 yang telah ramai menghiasi pemberitaan dan dalam radar lembaga antikorupsi masuk dalam lingkaran kebijakannya selaku Bupati Kukar. Dia juga mengklaim bahwa mereka yang disebut tim 11 itu tak ikut bermain proyek di Kukar.‎

“Tapi mereka bukan tim 11 namanya. Ngga-ngga,” tandas Rita.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK sedang mendalami dugaan keterlibatan tim 11 dalam kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari sebagai tersangka. Tim 11 diduga masuk dalam lingkaran kebijakan Rita selaku Bupati Kukar.

Salah satu upaya pendalaman dilakukan dengan menggeledah sejumlah lokasi pada  Rabu ‎(22/11/2017). Dari 11 lokasi yang digeledah, beberapa di antaranya merupakan kediaman atau kantor sejumlah anggota tim 11.  ‎

‎”Lokasi yang digeledah rumah dan kantor milik beberapa orang anggota DPRD yang diduga merupakan tim 11. Kita sedang mendalami itu,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Senin (27/11/2017) malam.

Informasi yang dihimpun, rumah tim 11 yang telah disatroni tim penyidik KPK adalah Sarkowi V Zahry, dan Erwinsyah. Disinggung mengenai detail lokasi penggeledahan itu Febri belum mau membukanya.

“Dimana saja lokasinya dan siapa saja untuk kebutuhan penyidikan belum bisa kami sampaikan‎,” ujar dia.

Bukan tanpa alasan penggeledahan itu dilakukan terhadap sejumlah personiel tim 11. Sebab, KPK menduga lokasi yang digeledah itu terdapat bukti-bukti terkait kasus yang menjerat Rita.

“Lokasi-lokasi yang kita geledah karena diduga terdapat bukti-bukti di lokasi tersebut yang relevan dengan perkara,” ungkap Febri.

Febri tak membantah dugaan keterlibatan tim 11 itu telah dikantongi pihaknya sejak penyelidikan dan penyidikan. Hingga kini, pendalaman terus diintensifkan.

“Informasi itu kita dapatkan dari pengembangan di penyelidikan dan penyidikan, tentu itu perlu kita verifikasi lebih lanjut perlu kita cek meskipun secara formil (tim 11) dalam artian rencana prosesnya dibuat apa (akta) dan atau sejenisnya tentu bukan seperti itu, ini lebih pada sebutan atau orang-orang tertentu yang sedang kita dalami dan kita klarifikasi peran dan pengetahuannya dalam kasus ini,” kata Febri.

Dari penggeledahan itu, tim berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting terkiat kasus yang menjerat Rita. Febri memastikan, sejumlah temuan yang telah didapat terus didalami dan dikembangkan.

“Pemeriksaan-pemeriksana atau penggeledahan kita lakukan untuk menguatkan atau semakin memperkuat bukti yang sudah ada karena kami tentu harus cari bukti penerimaan gratifikasi pengaruh pihak-pihak tertentu atau bukti-bukti lain,” terang Febri.

Lembaga antikorupsi mengisyaratkan bakal menjerat pihak-pihak lain yang terlibat dan diuntungkan dari korupsi Bupati Kukar tersebut. Pun termasuk sejumlah `pasukan` tim 11 yang dikomandoi oleh tersangka Khairudin.

“Pengembangan perkara itu berlaku sama untuk seluruh kasus ya, sepanjang ada bukti yang mengarah kesana,” tandas Febri.

Oleh KPK, Rita diketahui dijerat sebagai tersangka dengan dua sangkaan. Yakni dugaan penerimaan gratifikasi dan suap.

Dalam kasus suap, Rita diduga menerima uang suap dari Dirut PT SGP sebesar Rp 6 miliar. Suap tersebut dimaksudkan untuk memuluskan pemberian izin lokasi untuk keperluan inti plasma Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Kupang Baru. Suap tersebut terjadi sekira Juli dan Agustus 2010.

Sementara dalam kasus kedua, Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur itu diduga secara bersama-sama dengan Komisaris PT MBB, Khairudin menerima gratifikasi sebesar 775 Dollar Amerika atau setara Rp 6,975 miliar.

TAGS : Rita Widyasari Kutai Kartanegara Tim 11

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25612/KPK-Geledah-Tim-11-Ini-Respon-Bupati-Kutai-Kartanegara/

Jam Tangan Setnov Dikembalikan Setelah Ribut Kasus E-KTP

Jam Tangan Setnov Dikembalikan Setelah Ribut Kasus E-KTP

tersangka proyek e-KTP, Andi Narogong

Jakarta – Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong mengatakan ‎jam tangan Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar dikembalikan Setya Novanto kepadanya pada awal tahun 2017. Arloji mewah itu sebelumnya diberikan bertepatan dengan  ulang tahun Novanto pada 12 November 2012.

Pengembalian jam itu diungkapkan Andi saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017). ‎Jam tangan tersebut dikembalikan saat kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP ramai dibicarakan oleh publik.

“Pada saat sebelum saya ditangkap, awal 2017, jam tangan itu dikembalikan karena sudah ribut-ribut soal e-KTP,” ungkap Andi.‎‎

Setelah jam itu dikembalikan, Andi menyuruh adiknya, Vidi Gunawan untuk menjual jam tangan tersebut di Blok M, Jakarta Selatan dan laku terjual seharga Rp 1 miliar. H‎asil penjualan itu, Andi mengambil uang Rp 650 juta. Sedangkan, sisanya sebesar Rp 350 juta diberikan kepada staf Johannes Marliem.

Pemberian jam tangan Richard Mille seharga Rp 1,3 miliar kepada Setya Novanto itu, diakui Andi, sebagai hadiah ulang tahun. ‎Selain itu, hadiah arloji mewah tersebut sekaligus ucapan terima kasih atas bantuan Setya Novanto yang telah meloloskan anggaran proyek pengadaan e-KTP di DPR RI.

Awalnya, salah satu pengusaha yang ikut dalam proyek e-KTP, yakni Johannes Marliem, mengajaknya untuk memberikan hadiah kepada Novanto. Saat itu bertepatan dengan tanggal ulang tahun Novanto pada 12 November 2012.

Merespon ajakan Marliem, Andi memberikan uang Rp 650 juta kepada Marliem. Kemudian, Marliem membeli jam tangan tersebut di Amerika Serikat.‎ “Marliem bilang ini mau ulang tahun Pak Novanto, bagaimana kalau kita patungan beli jam,” ujar Andi.

TAGS : Setya Novanto Andi Narogong Jam Tangan Mewah

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25611/Jam-Tangan-Setnov-Dikembalikan-Setelah-Ribut-Kasus-E-KTP-/

Andi Narogong Yakin Ganjar Pranowo Kecipratan Uang e-KTP

Andi Narogong Yakin Ganjar Pranowo Kecipratan Uang e-KTP

Ganjar Pranowo

Jakarta – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin menyebut sejumlah anggota DPR yang terlibat dan kecipratan uang terkiat proyek pengadaan e-KTP. Salah satu politikus yang disebut Nazaruddin adalah Gubernur Jawa Tengah yang saat itu menjabat pimpinan Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo.

Pengakuan Nazaruddin itu dikuatkan dan dipertajam terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Andi Narogong saat menjalani pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017). Andi meyakini apa yang disampaikan Nazaruddin mengenai pihak-pihak yang terlibat dan kecipratan uang e-KTP bukan isapan jempol belaka. ‎Pasalnya, Nazaruddin ikut `nyemplung` dan ‎membantu mengawal proyek senilai Rp 5,9 triliun ini.

“Saya tidak berhubungan langsung (dengan Nazar). Tapi ‎saya tau Nazaruddin ikut proyek ini,” kata Andi.

Majelis hakim dalam persidangan Andi Narogong sebelumnya mengonfirmasi salah satu poin BAP Nazaruddin. Nazaruddin dalam keterangannya menceritakan mekanisme penyerahan uang untuk Ganjar sebesar 500.000 dolar AS.‎‎

Dikonfirmasi hal itu, Nazaruddin kembali memastikan jika Ganjar Pranowo menerima uang senilai 500 ribu USD, terkait proyek e-KTP tahun 2011-2012. Kepastian itu diutarakan lantaran Nazaruddin ‎menyaksikan langsung penyerahan uang kepada Ganjar yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR. Kepada majelis hakim, Nazaruddin memastikan bahwa semua keterangannya yang tertuang dalam BAP benar dan sesuai fakta yang sesungguhnya.

Dalam pemeriksaan terdakwa, Andi Narogong juga mengaku jika dirinya sudah membuat catatan jatah atau fee untuk para anggota DPR dan Kementerian Dalam Negeri‎ sejak awal proyek e-KTP 2011. Dalam catatan itu, alokasi dana untuk DPR dan pihak Kemendagri masing-masing sebesar Rp 250 miliar.

Andi kemudian menyerahkan catatan itu kepada Irman yang saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Irman sendiri dalam persidangannya telah ‎membeberkan seluruhnya di hadapan majelis hakim.

“Jadi rencana Rp 250 miliar buat DPR, Rp 250 miliar lagi buat ke Kemendagri. Saya pernah sampaikan cataan itu pada Irman. Bukan catatan partai-partai. Tak sebut orang per orang,” ungkap Andi .

Lebih lanjut dikatakan Andi, jatah itu diambil dari nilai proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun setelah dipotong pajak. Diakui Andi, jatah kepada anggota DPR maupun Kementerian Dalam Negeri telah direalisasikan.

Untuk jatah anggota DPR, ungkap Andi, diurus PT Quadra Solution. Sedangkan, jatah untuk Kementerian Dalam Negeri diurus PT Sandipala Arthaputra dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).‎ Diketahui, PT Sandipala dan PT Quadra solution ‎merupakan anggota konsorsium PNRI, perusahaan yang menang tender e-KTP.

Sejak awal proyek e-KTP digelar, lanjut Andi, Irman yang telah menentukan fee yang nantinya diserahkan setelah Konsorsium PNRI menang. Anggota konsorsium PNRI selain PT Quadra dan Sandipala adalah PT Sucofindo dan PT LEN Industri.

Usai Konsorsium PNRI menang tender e-KTP, ungkap Andi, jatah untuk anggota DPR dan pihak Kemendagri sudah didistribusikan secara bertahap.‎

Total ada sekitar 7 juta dollar Amerika serikat yang digelontorkan untuk anggota DPR. Penyerahan fee untuk anggota DPR, kata Andi, dilakukan melalui mantan Bos Gunung Agung Made Oka Masagung. Itu sebagaimana arahan ‎Setya Novanto, yang saat proyek e-KTP bergulir menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar.

“US$ 3,5 juta di akhir 2011. Lalu US $3,5 juta di awal 2012. Caranya ditransfer lewat Anang, melalui Oka Masagung,” ujar Andi.

Dalam berbagai kesempatan, Ganjar telah membantah terlibat dan menerima uang korupsi e-KTP. Meski demikian, Ganjar sebelumnya mengaku pernah ditawari uang e-KTP dan ditolaknya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah telah berulang kali memastikan jika pihaknya tak terpaku dengan bantahan sejumlah pihak, dalam mengembangkan dan mendalami kasus korupsi e-KTP. Sebab,

KPK tetap pada keyakinannya bahwa sejumlah nama anggota DPR yang pernah dituangkan dalam surat dakwaan berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki penyidik KPK. Pun termasuk dugaan aliran uang ke Ganjar Pranowo.

Dalam rangka pengembalian uang negara, kata Febri, pihaknya terus membuktikan siapapun pihak yang terlibat kasus e-KTP ini. Dari bukti-bukti yang telah dikantongi dari hasil pendalaman dan pengembangan, pihak-pihak yang terlibat dan diuntungkan dapat dijerat lembaga antikorupsi.‎

“Dalam proses pembuktian tentu hakim akan melihat kesesuaian keterangan satu saksi (Nazaruddin) dengan saksi lainnya, dan juga dengan bukti lainnya,” tegas Febri.

TAGS : Korupsi ektp nazaruddin ganjar pranowo andi narogong

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25606/Andi-Narogong-Yakin-Ganjar-Pranowo-Kecipratan-Uang-e-KTP/

PBNU Imbau Reuni 212 Bukan Ajang Politisasi Agama

PBNU Imbau Reuni 212 Bukan Ajang Politisasi Agama

Ketua PBNU Robikin Emhas

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak melarang pelaksanaan reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta. Hanya saja, NU mengimbau agar momen tersebut tidak digunakan untuk menjadikan agama sebagai alat tunggangan politik.

“Reuni, kongres, atau apapun namanya boleh saja dilakukan. Apalagi jika dimaksudkan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah, dan ukhuwah wathoniyyah,” kata Ketua Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, Kamis (30/11) di Jakarta.

“Namun jangan ada upaya untuk mengarusutamakan agama dalam percaturan politik praktis, apalagi menjadikan agama sebagai tunggangan politik. Politisasi agama akan mengoyak kohesivitas sosial, yang pada gilirannya merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Robikin mengatakan, agama seyogyanya digunakan sebagai inspirasi dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan malah menjadi aspirasi politik. Menurutnya, konsep mu’ahadah wathaniyah (negara bangsa, Red), yang telah disepakati oleh para pendiri NKRI, harus dijunjung tinggi.

“Betapa rendah kedudukan agama bila dijadikan aspirasi politik, hanya untuk menangguk keuntungan politik elektoral. Apalagi sekedar dikonversi dengan perolehan suara dalam politik elektoral lima tahunan,” tegasnya.

TAGS : PBNU Reuni 212 Robikin Emhas

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25605/PBNU-Imbau-Reuni-212-Bukan-Ajang-Politisasi-Agama/