Demi Olimpiade Musim Dingin, Trump Liburkan Latihan Militer

Demi Olimpiade Musim Dingin, Trump Liburkan Latihan Militer

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Reuters)

Seoul – Presiden A.S. Donald Trump mengatakan bahwa tidak akan ada latihan militer dengan Korea Selatan selama Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang bulan depan.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Korea Selatan, Kamis (4/1).

Keterangan tersebut juga menyampaikan pembicaraan telepon antara Trump dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Seperti dikutip dari reuters, lewat perbincangan jarak jauh tersebut, Trump berharap perundingan antar Korea menghasilkan hasil yang baik.

Trump juga berjanji akan mengirim delegasi tingkat tinggi termasuk anggota keluarganya ke Olimpiade Musim Dingin.

Sebelumnya, seminggu setelah Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong un mengumumkan keinginannya berdialog dengan Korea Selatan (Korsel), Seoul akhirnya menyambut baik dan menyatakan kesediannya pada Selasa, pekan depan.

“Kami berharap dapat terus terang mendiskusikan kepentingan dari kedua belah pihak bertatap muka dengan Korea Utara bersamaan dengan partisipasi Utara dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang,” ujar Menteri Unifikasi Korsel Cho Myong-gyon

“Saya ulangi: Seoul selalu membuka pintu dialog dengan Pyongyanng, kapan saja, lokasi dan bentuknya,” sambungnya, dilansir dari Reuters, Rabu (3/1).

TAGS : Olimpiade Musim Dingin Donald Trump

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27336/Demi-Olimpiade-Musim-Dingin-Trump-Liburkan-Latihan-Militer/

Ngeri, Saat Terbang Dua Pilot India Tampar-tamparan di Kokpit

Ngeri, Saat Terbang Dua Pilot India Tampar-tamparan di Kokpit

Ilustrasi Pesawat Jet Airways

Jakarta – Dua pilot Jet Airways India berkelahi di kokpit pesawat saat terbang dari London menuju Mumbai pad amalam pergantian tahun. Selama ribut, satu pilot sempat menampar pilot yang lain.

Pihak maskapai tengah menyelidiki tuduhan seorang pilot pria karena menampar kopilotnya yang seorang perempuan. Sebelum perkelahian fisik terjadi, mereka terlibat pertengkaran adu mulut di dalam pesawat yang tengah mengudara dengan mengangkut 324 penumpang.

Laporan dari berbagai surat kabar India menyebutkan bahwa pertengkaran di udara ini membuat pilot wanita meninggalkan kokpit sambil menangis. Dia kemudian dibujuk untuk kembali ke tempatnya oleh awak kabin.

Pada satu kesempatan si pilot pria juga meninggalkan kokpit sehingga ruangan kendali pesawat kosong melompong sejenak, lapor Times of India seperti dikutip AFP.

“Kesalahpahaman terjadi antara awak kokpit. Namun keduanya sepakat damai kembali dan penerbangan melanjutkan perjalanannya ke Mumbai, dan mendarat dengan selamat,” kata Jet Airways.

“Maskapai telah melaporkan insiden ini kepada Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) dan awak yang terlibat telah dibebastugaskan sampai menunggu penyelidikan.”

Penerbangan itu tinggal landas di London sekitar pukul 10.00 Senin pagi waktu setempat dan tiba di Mumbai sesuai jadwal sekitar sembilan jam kemudian pada tengah malam waktu India.

“Di Jet Airways, keselamatan penumpang, awak dan aset itu sangat penting dan maskapai menganut toleransi nol terhadap segala tindakan dari awaknya yang membahayakan keselamatan,” tutup maskapai itu.

TAGS : Pilot Betengkar Jet Airways India

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27333/Ngeri-Saat-Terbang-Dua-Pilot–India-Tampar-tamparan-di-Kokpit/

Harapan Publik, Ketua DPR Tak Pernah Melawan KPK

Harapan Publik, Ketua DPR Tak Pernah Melawan KPK

Ilustrasi Paripurna DPR

Jakarta – Partai Golkar diminta untuk mempertimbangkan beberapa kriteria dalam menentukan Ketua DPR menggantikan posisi Setya Novanto. Selain kriteria dari internal Golkar, juga mendengar harapan publik.

Direktur Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan, selain mempertimbangkan sejumlah kriteria dari internal partai, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga diminta untuk mendengar kriteria dari publik.

Menurutnya, selain sejumlah kriteria dari internal, calon Ketua DPR dari Golkar diharapkan tidak pernah duduk di Pansus Angket DPR untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, sejumlah elemen masyarakat berharap agar Ketua DPR tak pernah terlibat dalam perlawanan terhadap KPK.

“Seharusnya mendengar kriteria harapan publik, apakah melawan KPK, apakah pernah berada dalam Pansus Angket DPR,” kata Sirojudin, kepada Jurnas.com, Jakarta, Kamis (4/1).

Sebelumnya, Sirojudin meminta, agar Partai Golkar harus mempertimbangkan beberapa kriteria dalam menentukan Ketua DPR. Hal itu sebagai langkah untuk memperbaiki citra Golkar kepada publik.

Menurutnya, kriteria pertama adalah memiliki integritas yang baik, tidak memiliki problem hukum dan tidak pernah diberitakan masalah hukum khususnya kasus dugaan tindak kejahatan korupsi.

“Kedua, Ketua DPR sebagai tokoh yang bisa bekerjasama dengan baik bersama pemerintah dan presiden. Karena sisa periode pemerintah banyak hal kebijakan yang harus mendapat duungan,” katanya.

“Ketiga adalah soal seberapa baik dia punya basis di lingkungan DPR sendiri, seberapa baik dia punya tim di DPR,” tegasnya.

Diketahui, ada tiga nama kader Partai Golkar yang disebut-sebut bakal menjadi Ketua DPR menggantikan posisi Novanto. Adalah, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin.

TAGS : Ketua DPR Airlangga Hartarto Partai Golkar

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27335/Harapan-Publik-Ketua-DPR-Tak-Pernah-Melawan-KPK/

Ini Kriteria Calon Ketua DPR

Ini Kriteria Calon Ketua DPR

Ilustrasi Gedung DPR

Jakarta – Meski sejumlah tokoh telah bermunculan untuk menjadi Ketua DPR mengganti posisi Setya Novanto, Partai Golkar belum memutuskan dan menentukan sikap. Seperti apa kriteria calon Ketua DPR dari Golkar?

Direktur Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto baru bisa memutuskan nama Ketua DPR setelah merombak kepengurusan DPP Partai Golkar.

“Pak Airlanga harus merombak posisi penting di internal Golkar. Baru setelah itu mengajak bicara seluruh pengurus DPP Golkar. Prosesnya harus melewati satu tahap itu dulu,” kata Sirojudin, kepada Jurnas.com, Jakarta, Kamis (4/1).

Kata Sirojudin, Partai Golkar harus mempertimbangkan beberapa kriteria sebelum menentukan nama Ketua DPR. Sebab, Ketua DPR bisa memperbaiki citra Golkar kepada publik.

Menurutnya, kriteria pertama adalah memiliki integritas yang baik, tidak memiliki problem hukum dan tidak pernah diberitakan masalah hukum khususnya kasus dugaan tindak kejahatan korupsi.

“Kedua, Ketua DPR sebagai tokoh yang bisa bekerjasama dengan baik bersama pemerintah dan presiden. Karena sisa periode pemerintah banyak hal kebijakan yang harus mendapat duungan,” katanya.

“Ketiga adalah soal seberapa baik dia punya basis di lingkungan DPR sendiri, seberapa baik dia punya tim di DPR,” tegasnya.

Diketahui, ada tiga nama kader Partai Golkar yang disebut-sebut bakal menjadi Ketua DPR menggantikan posisi Novanto. Adalah, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, Sekretaris Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin.

TAGS : Ketua DPR Airlangga Hartarto Partai Golkar

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27334/Ini-Kriteria-Calon-Ketua-DPR/

Ketika Jokowi Pamer Kedekatan dengan Cak Imin

Ketika Jokowi Pamer Kedekatan dengan Cak Imin

Presiden Jokowi dan Ketum PKB Cak Imin

Jakarta – Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam peresmian kereta Bandara Soekarno-Hatta.

Saat peresmian, Presiden Jokowi dan Cak Imin beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja turut serta memencet bel peresmian. Cak Imin juga duduk tepat disamping Jokowi saat mencoba kereta dari Bandara Soekarno-Hatta ke Stasiun Sudirman Baru.

Direktur Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Sirojudin Abbas mengatakan, peresmian kereta Bandara Soekarno-Hatta tersebut sebagai momentum Presiden Jokowi untuk memamerkan kedekatannya dengan Cak Imin.

“Pak Jokowi memberikan dukungan kepada PKB, dengan hadir berdua dan duduk berdua bahwa ingin warga Indonesia melihat kedekatannya dengan Cak Imin,” kata Sirojudin, kepada Jurnas.com, Jakarta, Kamis (4/1).

Sirojudin menegaskan, yang paling penting adalah Jokowi ingin menunjukkan kedekatannya dengan Cak Imin kepada seluruh warga Indonesia. “Itu memunculkan pertanyaan dan penasaran, sehingga memunculkan perbincangan baru,” terangnya.

Sebelumnya, Cak Imin turut mendampingi Presiden Jokowi saat meresmikan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Kehadiran Cak Imin mendampingi Presiden Jokowi tentu menuai pertanyaan. Sebab, Cak Imin disebut-sebut sebagai Cawapres potensial untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Ketika ditanya soal potensi Cak Imin sebagai Cawapres di Pilpres 2019, Jokowi sangat mengapresiasi. “Bagus, bagus, bagus,” kata Jokowi.

Diketahui, sejumlah relawan Cak Imin telah tersebar di sejumlah daerah. Bahkan, spanduk dukungan terhadap Cak Imin menjadi Cawapres di Pilpres 2019 juga telah tersebar di sejumlah daerah.

TAGS : Pilpres 2019 Presiden Jokowi Cawapres Muhaimin Iskandar

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27332/Ketika-Jokowi-Pamer-Kedekatan-dengan-Cak-Imin/

Zumi Zola Terlibat? Wagub Jambi: "Wallahu A`lam"

Zumi Zola Terlibat? Wagub Jambi: "Wallahu A`lam"

Gubernur Jambi Zumi Zola (Jambipos-online.com)

Jakarta – Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar mengaku tak mengetahui soal dugaan keterlibatan Gubernur Jambi Zumi Zola dalam sengkarut kasus suap pengesahan rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018. Dia juga mengaku tak mengetahui apakah rekannya itu mengarahkan sejumlah pejabat Pemrov Jambi untuk menyuap DPRD Jambi.

Hal itu disampaikan Fachrori usai menjalani pemeriksaan ‎sebagai saksi untuk tersangka Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Disinggung berkali-kali mengenai dugaan keterlibatan dan arahan Zumi Zola, Fachrori hanya menyebut, “Wallahu a`lam,” kata Fachrori sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta.

‎Fachrori justru mengklaim tak dilibatkan oleh Zumi dalam pembahasan dan pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018. “Ngga ada, ngga ada. Makanya Wagub ini boleh dikatakan nggak ada ikut campur,” tutur dia.

Apa ada konflik sehingga anda tidak dilibatkan? “Wallahu a`lam lah,” jawab dia.

Selain itu, ‎Fachrori mengklaim tak pernah berkomunikasi dengan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, salah satu tersangka suap lainnya.

Dia juga mengklaim tak tahu menahu soal suap yang dilakukan jajarannya ke anggota DPRD Jambi. “Ngga, ngga, kami ngga tau,” tandas Fachrori.

Kuasa hukum Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Lifa Malahanum Ibrahim sebelumnya mengungkapkan, kliennya mendapat arahan dari atasannya yakni Gubernur Jambi Zumi Zola dalam memberikan uang ke anggota DPRD Jambi. Lembaga antikorupsi sedang mendalami informasi tersebut.

Untuk mendalami kasus dan informasi tersebut, KPK bakal memeriksa Zumi. Rencanya, Zumi akan diperiksa ‎Jumat (5/1/2017) besok.‎

Praktik dugaan suap pengesahan rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018 itu terungkap setelah tim satgas KPK ‎melakukan operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. Selain mengamankan sejumlah pihak, tim satgas KPK juga mengamankan uang sebesar Rp4,7 miliar dari total `uang ketok` yang diduga telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi Jambi sejumlah Rp 6 miliar.

KPK menduga sebelumnya telah ada penyerahan uang sekitar ‎Rp 1,3 miliar. Belakang, ada anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK.

Terkiat kasus itu, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka.‎ Yakni, Erwan Malik, Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin.

TAGS : Suap Anggaran Jambi Zumi Zola

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27329/Zumi-Zola-Terlibat–Wagub-Jambi-Wallahu-Alam/

Besok, KPK Periksa Gubernur Zumi Zola

Besok, KPK Periksa Gubernur Zumi Zola

Juru bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola. Lembaga antikorupsi telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Orang nomor satu di Jambi itu.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Zumi Zola akan dilakukan Jumat (5/1/2017).‎ “Saya dapat informasi Gubernur Jambi akan diperiksa besok,” ucap Febri di kantornya, Jakarta.

Zumi Zola akan diperiksa dalam kasus dugaan suap pengesahan rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2018.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mendalami kasus tersebut. Zumi diduga mengetahui seputar sengkarut dugaan suap tersebut.‎ “Karena apa? Mereka diduga memiliki informasi dan mengetahui kasus yang kita tangani ini,” ujar Febri.

“Misal ekesekutif kita dalami proses pembahasan APBD di Jambi dan bagaimana komunikasinya dan siapa saja yang mengetahui tentang penerimaan uang,” ditambahkan Febri.

Namun, Febri belum bisa bicara banyak soal dugaan keterlibatan Zumi dalam kasus suap ini sehingga dipanggil oleh penyidik KPK untuk diperiksa. “Saya belum bisa bicarakan keterlibatan pihak lain. Semua saksi kita panggil karena memiliki informasi yang relevan,” tandas Febri.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar diperiksa penyidik KPK‎ sebagai saksi untuk tersangka suap pengesahan rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018, Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin.

Usai menjalani pemeriksaan, Fachrori
mengklaim tak dilibatkan oleh Zumi dalam pembahasan dan pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018. Fachrori juga mengklaim tak pernah berkomunikasi dengan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, salah satu tersangka suap lainnya.

“Ngga ada, ngga ada. Makanya Wagub ini boleh dikatakan nggak ada ikut campur,” kata Fachrori sebelum meninggalkan gedung KPK, Jakarta.

Fachrori juga mengklaim tak tahu menahu soal suap yang dilakukan jajarannya ke anggota DPRD Jambi. Dia juga mengaku tak tahu apakah ada perintah dari Zumi Zola kepada anak buah untuk menyuap anggota DPRD.

“Itu wallahualam,” tandas Fachrori.

Kuasa hukum Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Lifa Malahanum Ibrahim sebelumnya mengungkapkan, kliennya mendapat arahan dari atasannya yakni Gubernur Jambi Zumi Zola dalam memberikan uang ke anggota DPRD Jambi. Lembaga antikorupsi sedang mendalami informasi tersebut.

Praktik dugaan suap pengesahan rancangan APBD Jambi tahun anggaran 2018 itu terungkap setelah tim satgas KPK ‎melakukan operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. Selain mengamankan sejumlah pihak, tim satgas KPK juga mengamankan uang sebesar Rp4,7 miliar dari total `uang ketok` yang diduga telah disiapkan pihak Pemerintah Provinsi Jambi sejumlah Rp 6 miliar.

KPK menduga sebelumnya telah ada penyerahan uang sekitar ‎Rp 1,3 miliar. Belakang, ada anggota DPRD Jambi yang mengembalikan uang kepada KPK.

Terkiat kasus itu, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka.‎ Yakni, Erwan Malik, Anggota DPRD Jambi dari Fraksi PAN Supriyono, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi Arfan, dan Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin.

TAGS : Suap Anggaran Jambi Zumi Zola

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27328/Besok-KPK-Periksa-Gubernur-Zumi-Zola/

PDIP Usung Djarot di Pilkada Sumut, Megawati: Di Sana Banyak Jawa

PDIP Usung Djarot di Pilkada Sumut, Megawati: Di Sana Banyak Jawa

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Ahok-Djarot

Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) memastikan akan mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut) dalam kontestasi Pilkada 2018.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengatakan, deklarasi dukungan untuk Djarot akan disampaikan secara resmi pada Minggu (7/1).

“Sekiranya Bapak Djarot Syaiful Hidayat, saya tetapkan dulu sebagai bakal calon gubernur untuk Sumatera Utara,” kata Megawati, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (4/1).

Megawati berharap, Djarot dapat diterima oleh warga Sumut. Apalagi, kata Megawati, Sumut juga memiliki suku dari Jawa. Selain itu, Djarot juga dinilai memiliki karakter yng cukup terbuka.

“Tolonglah terima Pak Djarot. Di sana banyak juga Jawa-nya,” kata Megawati.

TAGS : Pilkada 2018 Pilgub Sumut PDIP Djarot

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27331/PDIP-Usung-Djarot-di-Pilkada-Sumut-Megawati-Di-Sana-Banyak-Jawa/

Bupati Hulu Diduga Suap Terkait Proyek RSUD

Bupati Hulu Diduga Suap Terkait Proyek RSUD

Juru bicara KPK Febri Diansyah

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dan uang uang dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT) di salah satu Kabupeten di Kalimantan Selatan dan Surabaya. Salah satu pihak yang diciduk disebut-sebut Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif.

Abdul Latif dan sejumlah pihak lain ditangkap di Hulu Sungai Tengah. Sementara pihak dari unsur swasta ditangkap di Surabaya. Tim KPK  mengamankan uang ratusan juta. Diduga uang itu merupakan suap lebih dari Rp 1 miliar.

“Kami amankan uang ratusan juta di daerah Kalsel tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta.

Diduga uang itu terkait suap kepada Abdul Latif. Dugaan suap itu sendiri terkiat dengan proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. “Terkait proyek pembangunan RS di daerah tersebut,” ungkap Febri.

Meski demikian, Febri belum bisa merinci lebih detail mengenai OTT tersebut. Menurut Febri, informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh pihaknya dalam jumpa pers esok. “Informasi rinci kami sampaikan dalam konfrensi pers besok,” ujarnya.

‎Para pihak yang ditangkap di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kalimantan Selatan. Setelah pemeriksaan selesai, mereka yang terjaring akan dibawa ke gedung KPK. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap di dua lokasi tersebut.

“Direncanakam mereka yang diamankan di Kalsel akan dibawa ke kantor KPK untuk diproses pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Febri.‎

TAGS : Abdul Latif KPK Hulu Sungai Tengah

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27327/Bupati-Hulu-Diduga-Suap-Terkait-Proyek-RSUD/

Berkaca dari Sejarah, Pakistan "Ogah" Percaya AS

Berkaca dari Sejarah, Pakistan "Ogah" Percaya AS

Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif

Ankara – “Sejarah mengajarkan kita tidak sepenuhnya percaya kepada Amerika Serikat (AS).” Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif .

Pernyataan ini menanggapi  kicauan Donald Trump di Twitter-nya terkait Pakistan. Asif mengatakan Pakistan telah membayar banyak kerugian untuk mendukung AS dalam memerangi terorisme.

“Presiden AS menanyakan kepada kita, “Kalian sudah melakukan apa?.”

Kami menjawab,  “Negara kami sudah membuka pangkalan-pangkalan militer untuk kalian. Pasokan senjata dan amunisi pasukan AS di Afganistan disalurkan melalui wilayah kami. Ribuan warga sipil dan tentara kami menjadi korban perang yang telah kalian mulai,” kata Asif dilansir dari Anadolu, Kamis (4/1).

Asif mengatakan, negaranya sudah berusaha melawan terorisme dan mereka terus berupaya membereskan puing-puing reruntuhan yang disebabkan oleh teror dalam 4 tahun terakhir.

“Masa lalu mengajarkan, kita seharusnya tidak mempercayai AS sepenuhnya. Mungkin kalian (AS) tidak puas dengan perjuangan yang telah kami berikan untuk melawan terorisme. Tapi demi harga diri negara, kami tidak akan melakukan tawar-menawar lebih,” ujar Asif.

Pada 1 Januari, melalui akun Twitternya Trump mengatakan, “Amerika Serikat dengan bodoh memberikan bantuan lebih USD33 miliar atau Rp447 triliun kepada Pakistan dalam 15 tahun terakhir. Tapi, mereka membalasnya dengan kebohongan, mengira pemimpin kami dungu. Mereka menyediakan tempat aman bagi teroris yang kami buru di Afganistan. Selanjutnya tidak lagi.”

TAGS : Amerika Serikat Pakistan Teroris

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27330/Berkaca-dari-Sejarah-Pakistan-Ogah-Percaya-AS/