Kejagung Didesak Usut Penggunaan PSU Pemkot Bekasi

Kejagung Didesak Usut Penggunaan PSU Pemkot Bekasi

Kejaksaan Agung

BekasiKejaksaan Agung didesak mengusut  penggunaan fasilitas Prasarana Umum (PSU) milik Pemkot Bekasi oleh oknum I Dkk sejak Januari 2017. Pasalnya menggunaak fasilitas itu ‎diduga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Adapun permintaan ini  disampaikan kepada Jaksa Agung oleh warga Bekasi,  melalui sebuah surat pengaduan pada Senin (8/1/2018) ‎dengan tembusan kepada Jaksa Agung Muda (JAM)  Intelijen, JAM Pengawasan,  JAM Pidana Khusus dan pihak terkait lainnya.‎

Fasilitas PSU Pemkot Bekasi dimaksud, berupa lahan parkir di Sentra Niaga Kalimalang (SNK),  Jalan A Yani,  Kelurahan Kayuringin Jaya,  Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Lahan Parkir SNK adalah satu diantara fasilitas PSU yang tidak dkuasai oleh negara,  tapi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak ingin uang parkir yang dipungut hanya masuk kantong oknum,  tapi tidak masuk ke kas Pemkot Bekasi, ” ucap Mamat, warga Kayuringan Jaya, kepada awak media, Bekasi,  Rabu (10/1/2018).

Uang parkir yang dipungut setiap bulan ditenggarai bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sehingga sangat berarti jika masuk kas Pemkot Bekasi dan digunakan untuk pembangunan.

Sementara itu, Sekjen Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPPRI) Iqbal Daud Hutapea mendesak Pemkot Bekasi,  dalam hal ini Dinas Perhubungan selaku Badan Pembina Parkir dan BPKAD selaku Badan Pengelola Keuangan Aser Daerah untuk segera menertibkanya.

“Jika tidak, Pemkot Bekasi bisa dianggap melakukan pembiaran dapat dipidanakan,  karena sikap itu berakibat kerugian negara. Apalagi terang benderang ada dugaan perbuatan melawan hukum, ” ucapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Diungkapkan Iqbal,  pola-pola penguasaan lahan parkir seperti itu merupakan model-model preman yang dibacking aparat sehingga tak tersentuh hukum. Sebaliknya,  upaya untuk mengelola secara benar sesuai ketentuan hukum bisa dipidanakan.

“Jadi saatnya lembaga penegak hukum harus turun tangan dan negara tidak boleh kalah oleh preman.  Tentu,  diusut secara profesional.  Jangan tegakan hukum dengan cara melanggar hukum, ” ungkap dia.‎

TAGS : Kejaksaan Agung Bekasi Jawa Barat

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27622/Kejagung-Didesak-Usut-Penggunaan-PSU-Pemkot-Bekasi/

KPK Terima Permohonan Justice Collaborator Setnov

KPK Terima Permohonan Justice Collaborator Setnov

Terdakwa Setya Novanto dibawa ke Pengadilan Tipikor, Rabu (13/12) untuk disidang untuk kasus korupsi KTP elektronik. (Anadolu)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima permohonan justice collaborator (JC) Ketua nonaktif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto. Permohonan JC itu terkait kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Novanto sebagai tersangka.

Demikian disampaikan ‎Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/1/2018). ‎Justice collaborator adalah salah satu pelaku tindak pidana tertentu, mengakui yang dilakukannya, bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.

Uraian justice collaborator itu terkamtub dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistle Blower) dan Saksi Pelaku yang Bekerjasama (Justice Collaborator) di dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu.‎

“Tadi saya cek (permohonan JC) sudah diajukan ke penyidik,” ucap Febri.‎

Menurut Febri, surat permohonan itu akan dipelajari penyidik bersama pimpinan KPK. Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi Setnov sebelum pimpinan KPK menetapkan status juctice collaborator.

“Tentu nanti akan dibaca dan dipelajari dulu oleh tim dan dibahas brsama. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi,” kata dia.‎

Terpisah, kuasa hukum Novanto, Firman Wijaya mengatakan, pengajuan kliennya sebagai justice collaborator karena ingin bekerja sama dengan KPK dalam membongkar kasus korupsi e-KTP.‎

“Iya saksi pelaku bekerjasama lah. Pastilah akan mengungkap (pelaku lain),” ucap Firman.‎

Dalam dakwaan Novanto, ada sejumlah pihak yang turut diperkaya dari megaproyek e-KTP, mulai dari mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya.

Selain itu sejumlah pihak swasta yang diuntungkan dalam proyek e-KTP, di antaranya pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, almarhum Johannes Marliem selaku Direktur Biomorf Lone LLC, hingga sejumlah anggota Tim Fatmawati. Kemudian ‎anggota Konsorsium PNRI, di antaranya PT Sandipala Arthaputra, PT Quadra Solution, dan PT Mega Lestari Unggul.

Dalam dakwaan, Novanto disebut mendapat jatah sebesar US$7,3 juta dan jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 senilai US$135 ribu dari proyek e-KTP. Penerimaan itu lantaran Novanto diduga melakukan intervensi pelaksanaan proyek pengadaan e-KTP.‎

TAGS : Setya Novanto e-KTP

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27614/KPK-Terima-Permohonan-Justice-Collaborator-Setnov/

Siap-Siap, Seluruh Mapel Bakal Diujikan di USBN

Siap-Siap, Seluruh Mapel Bakal Diujikan di USBN

Ilustrasi ujian (foto: Antara)

Jakarta – Tahun ini, siswa SMP/MTs, SMA/SMK/MA, Pendidikan Luar Biasa, dan Pendidikan Kesetaraan tidak lagi menjumpai Ujian Sekolah di tahun terakhir. Sebab, pemerintah sudah menghapus Ujian Sekolah, dan hanya menggelar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) saja.

Eit, jangan senang dulu dengan penghapusan itu. Meski kini berarti siswa SMP/SMA dan sederajat hanya melaksanakan dua kali ujian, yakni USBN dan Ujian Nasional, tapi mata pelajaran yang diujikan di USBN bakal bertambah.

Jika tahun sebelumnya USBN hanya tiga mata pelajaran (mapel) untuk SMP, enam mapel untuk SMA/MA, dan tiga mapel untuk SMK, sementara USBN tahun ini akan memasukkan seluruh mapel.

“Pada tahun 2018 ini, seluruh mata pelajaran akan dilakukan USBN,” tegas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Totok Suprayitno, dalam konferensi pers, Rabu (10/1) di Jakarta.

Sementara prinsip pembuatan soal masih sama dengan tahun lalu, yakni pusat memberikan standar soal sebesar 25 persen, sedangkan 75 persen diserahkan kepada guru mata pelajaran, yang selanjutnya dikoordinasikan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Hal yang sama juga berlaku untuk soal pilihan ganda dan essay. Tahun ini, soal pilihan ganda sebesar 90 persen, dan 10 persen sisanya adalah soal essay.

“Perakitan soal 100 persen berada di tingkat KKG atau MGMP,” ujar Totok.

TAGS : Pendidikan Kemdikbud USBN Totok Suprayitno Muhadjir Effendy

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27613/Siap-Siap-Seluruh-Mapel-Bakal-Diujikan-di-USBN/

Tok, USBN SD Tahun Ini Tetap Tiga Mata Pelajaran

Tok, USBN SD Tahun Ini Tetap Tiga Mata Pelajaran

Konferensi pers Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rabu (10/1) di Jakarta

Jakarta – Gonjang-ganjing soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) akhirnya diluruskan oleh pemerintah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan USBN tahun ini tetap digelar, dan hanya tiga mata pelajaran.

“Iya, tahun ini USBN digelar,” jawab Mendikbud kepada awak media, di kantor Kemdikbud, Rabu (10/1) di Jakarta.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno menjelaskan, ketiga mata pelajaran yang akan diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika.

Mata pelajaran USBN, sebenarnya sama dengan Ujian Sekolah atau Madrasah (US/M) yang berlaku tahun lalu. Nama US/M kemudian diganti menjadi USBN, dan soal yang diujikan tidak lagi hanya soal pilihan ganda.

“Kalau 2017 soalnya 100 persen pilihan ganda, tapi sekarang 90 persen pilihan ganda, dan 10 persen essay,” jelas Totok.

Sementara terkait penyiapan soal, ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama, maka tahun ini langsung dibuat oleh masing-masing sekolah, yang dikoordinasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG).

Adapun komposisinya, 25 persen kisi-kisi dari pusat, dan 75 persen sisanya disiapkan oleh guru mata pelajaran.

“Sehingga ini bisa memberikan kewenangan kepada guru dan kepala sekolah untuk terjun langsung sebagai pelaku utama (pembuatan soal) ujian,” ujar Totok.

TAGS : Pendidikan Kemdikbud USBN Totok Suprayitno Muhadjir Effendy

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27611/Tok-USBN-SD-Tahun-Ini-Tetap-Tiga-Mata-Pelajaran/

Kena Deh! Dokter Medika Permata Hijau Jadi Tersangka KPK

Kena Deh! Dokter Medika Permata Hijau Jadi Tersangka KPK

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan

Jakarta – Ternyata tak hanya Fredrich Yunadi yang ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap  menghalangi penyidikan korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto. Lembaga antikorupsi juga menetapkan dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka kasus tersebut.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara tersebut, sejalan dengan penetapan dua orang sebagai tersangka yaitu FY, kemudian yang satu lagi BST. FY adalah seorang advokat, dan BST seorang dokter,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Keduanya diduga melakukan kongkalikong memenipulasi data medis Setya Novanto. Manipulasi data medis tersebut dilakukan untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan Novanto yang tengah dilakukan KPK. ‎

Keduanya dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ‎

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap, dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK terhadap tersangka SN,” ungkap Basaria.

Saat Novanto mengalami kecelakaan pada 16 November 2017 malam, Fredrich masih menjadi kuasa hukum mantan Ketua Umum Partai Golkar itu. Saat itu, Novanto sedang dalam pencarian penyidik KPK.

Kendati mengalami kecelakaan, Novanto tak dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan langsung masuk ke Ruang Rawat Inap VIP.

Sebelum Novanto masuk RS Medika Permata Hijau, diduga Fredrich telah lebih dulu mendatangi rumah sakit itu untuk melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit. “Diduga FY telah datang terlebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ucap dia.‎

Selain itu, lanjut Basari, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa salah satu dokter di RS Medika Permata Hijau mendapat telepon dari seorang yang diduga pengacara Novanto.

Dalam sambungan telepon itu, disampaikan bahwa Novanto akan dirawat di RS Medika Permata Hijau sekitar pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencananya dipesan satu lantai.  “Padahal saat itu belum diketahui bahwa SN akan dirawat,” ujar Basaria.

TAGS : Fredrich Yunadi Setya Novanto Bimanesh Sutarjo

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27608/Kena-Deh-Dokter-Medika-Permata-Hijau-Jadi-Tersangka-KPK/

Ananda Ivannanto jadi Ketua Panitia Diaspora Indonesia Summit di Jepang

Ananda Ivannanto jadi Ketua Panitia Diaspora Indonesia Summit di Jepang

Dari kiri: Ivananto, Mahmudi tengah, dan Fikar.

Jakarta – Presiden Aliansi Strategis Hubungan Indonesia Jepang Ananda Setiyo Ivannanto siap menjadi Ketua Panitia Indonesia Diaspora Summit di Tokyo Agustus 2018 mendatang. Ini langsung disampaikannya pada Fikar Rizky Mohammad, CEO ceknricek.com saat berkunjung ke Jepang pekan lalu.

Sabtu (6/1) pagi atau sehari setelah penandatanganan MoU Jumat (5/1) sore antara PT Regio Aviasi Industri (RAI- pemilik paten dan produsen Pesawat R80) dengan PT Bintang Angkasa Berjaya (ceknricek.com) sebagai penyelenggara penggalangan dana dari para Diaspora Indonesia di seluruh dunia, Fikar Rizky terbang ke Tokyo. Dilanjutkan ke Fukuoka dan Beppu untuk pembentukan panitia dan persiapan penggalangan dana dari Diaspora Indonesia di Jepang.

Minggu (7/1) pagi Fikar disambut di Haneda Airport Tokyo, oleh Ananda Setiyo Ivannanto. Setelah menyampaikan visi misi dan tujuan kedatangannya, Ananda Ivannanto yang telah bersahabat lama dengan Fikar, langsung menyatakan siap untuk menjadi ketua panitia.

Ivan bersama Fikar kemudian bertemu dengan Mahmudi Fukumoto, seorang miliarder Indonesia di Jepang yang sukses  dengan perusahaan kontraktor, tour, dan pembuat mainan.

Mahmudi Fukumoto pun menyambut baik Diaspora Indonesia Summit dengan menyatakan ini pertemuan diaspora paling tulus dan menyatakan akan menyumbangkan donasi dalam jumlah besar. Namun untuk sementara minta jumlah donasinya dirahasiakan. Mahmudi juga menjanjikan akan mengajak dan menginsipirasi teman-temannya untuk berpartisipasi pada acara ini.

 

Di hari yang sama  setelah pertemuan dengan Mahmudi, Fikar dan Ivananto melanjutkan perjalanan ke Fukuoka, bertamu di kampus Universitas Ritsumeikan APU (asia Pacific University). Kampus ini  mempunyai kosentrasi mahasiswa Indonesia terbanyak dan juga mempunyai mesin organisasi yang paling aktif. Lalu berdiskusi dengan Hafiz (Ketua Kabinet APU INA ) semacam organisasi resmi/ikatan Mahasiswa Indonesia di APU INA.

Fikar mengutarakan rasa takjub melihat semangat anak- anak Perantau Indonesia di Jelang.

“Mereka berjanji akan menabung sampai pada saatnya bulan Agustus atau hari perayaan kemerdekaan, saat acara pertemuan Diaspora Indonesia  diselenggarakan di Tokyo,” ujarnya dalam siaran pers ke redaksi, Rabu (10/01).

Setelah pertemuan itu  Fikar bersama Ivan menuju ke sebuah kawasan di Kurume  untuk melihat kantor yang telah disediakan oleh Ivananto dan partnernya, Hirohide Nakamura, sebagai sekertariat acara Diaspora Indonesia nanti. 

“Inilah saatnya kita menjawab opini banyak media asing yang mengobrak abrik kearifan citra Indonesia dan kearifan lokal kita dengan referensi budaya dan kultur mereka,” kata Fikar.

Setelah Jepang, ia masih punya agenda ke beberapa negara yang rencananya menjadi tempat Diaspora Indonesia Summit 2018.

TAGS : Diaspora Summit 2018

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27612/Ananda-Ivannanto-jadi-Ketua-Panitia-Diaspora-Indonesia-Summit-di-Jepang/

Moon Jae-in Ogah Penuhi Permintaan Korut

Moon Jae-in Ogah Penuhi Permintaan Korut

Calon Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in (Foto: Reuters)

Seoul – Keinginan Korea Utara berunding dengan tetangga Koreanya tampaknya tidak akan mengurangi tumpukan sanksi terhadap program rudal dan Nuklirnya. Hal itu disampaiakan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, pada Rabu (10/1).

Ia mengatakan,  tidak berencana untuk mengurangi sanksi atas Korea Utara, kecuali Pyongyang memutuskan untuk menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Dalam konferensi pers pertama tahun 2018, Moon mengklarifikasi sikapnya atas Korea Utara, yaitu sehari setelah perundingan resmi pertama Korea dalam dua tahun terakhir digelar.

Salah satu hasil pertemuan pejabat kementerian di zona demiliterisasi adalah, Korea Utara akan mengirimkan atlet dan delegasi lainnya ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan pada Februari.

“Kini perundingan dengan Korea Utara sudah dimulai. Namun karena masalah nuklir Korea Utara belum terselesaikan, Korea Selatan akan terus mendukung tekanan dan sanksi yang diberikan masyarakat internasional,” kata Moon, dilansir dari Yonhap.

Moon menambahkan, memperbaiki hubungan antar-Korea tergantung pada kesediaan Korea Utara untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Uji coba keenam yang dilakukan Pyongyang tahun lalu dan serangkaian peluncuran rudal telah menghasilkan sanksi global yang berat.

Moon juga mengapresiasi Amerika Serikat, karena perundingan kemarin dapat terwujud berkat tekanan Washington atas Pyongyang. Seoul dan Washington juga telah sepakat untuk menunda latihan militer gabungan hingga Paralimpiade Musim Dingin berakhir.

Senada dengan itu, Washington akan  memastikan bahwa partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin tidak akan melanggar sanksi yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan PBB terhadap program rudal nuklir dan balistik Korea Utara.

TAGS : Korea Utara Korea Selatan Nuklir

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27609/Moon-Jae-in-Ogah-Penuhi-Permintaan-Korut/

Jumat, Tersangka Fredrich Yunadi Diperiksa KPK

Jumat, Tersangka Fredrich Yunadi Diperiksa KPK

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengagendakan pemeriksaan terhadap advokat Fredrich Yunadi. Mantan kuasa hukum Setya Novanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka menghalangi penyidikan ini akan diperiksa pada Jumat 12 Januari 2018.

langsung melayangkan surat panggilan kepada mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, untuk diperiksa sebagai tersangka, pada Jumat 12 Januari 2018. Fredrich telah ditetapkan sebagai tersangka menghalangi penyidikan Setnov.

Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich mengatakan, pihaknya juga telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK. Sementara surat panggilan untuk kliennya dikirim KPK kemarin, Selasa (9/1/2018) sore. ‎

“Setelah kita terima SPDP dan surat panggilan. Surat panggilan untuk menghadap pada hari Jumat. Hari Jumat tanggal 12 Januari (diperiksa) sebagai tersangka,” ucap Refa saat dikonfirmasi, Rabu (10/1/2018).

Meski demikian, dikatakan Refa, Fredrich belum dipastikan langsung memenuhi panggilan perdananya selaku tersangka. Refa mengaku akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan timnya yang lain terkait panggilan pemeriksaan kliennya tersebut.

“Nanti akan kita diskusikan dulu, rencana saya besok kan ke sana (KPK),” ujar dia.‎

Soal penetapan tersangka terhadap Fredrich, kata Refa, merupakan bentuk kriminalisasi terhadap seorang advokat. Sebab, lanjut Refa, Fredrich, saar mendampingi Novanto hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang advokat yang diberikan surat kuasa. Namun, lanjut Refa, KPK menafsirkannya sebagai tindakan menghalang-halangi atau merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Novanto.‎

“Bisa jadi ini kriminalisasi terhadap advokat, kami bisa menafsirkas seperti itu… Nah kalau begitu caranya, nanti ada perlawanan dari teman-teman advokat yang lain,” tandas Refa.

TAGS : Fredrich Yunadi Setya Novanto

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27607/Jumat-Tersangka-Fredrich-Yunadi-Diperiksa-KPK-/

Karena Kesepian, Pemain Film Dewasa Ini Tewas

Karena Kesepian, Pemain Film Dewasa Ini Tewas

Pemain film dewasa Olivia Nova (Foto: Twitter)

Las Vegas –  Pemain film dewasa, Olivia Nova meninggal dunia pada usia 20 tahun. Ia ditemukan tewas di Las Vegas pada 7 Januari.

Kabar meninggalnya wanita muda asal Minnesota itu dibenarkan pihak agensi tempat ia bekerja, LA Direct Models.  Meski begitu,  belum ada kabar penyebab kematiannya.

Bos Direct Model, Derek Hay, mengatakan Nova meninggal di kediaman pribadi di Vegas, tapi bukan tempat pribadinya dan ada indikasi Nova depresi setelah ditinggal mati kekasihnya.

Memang pada Natal, Nova memposting di akun Twitternya sesuatu yang mengisyaratkan ia dalam keadaan kesepian. Dalam postingan itu, ia mememinta para penggemarnya terus memberinya semangat.

Nova meninggal kurang dari setahun setelah kekasihnya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dalam postingan di akun Twitternya pada Desember, ia mengatakan akan meninggal sebelum hari kelahirannya di bulan April.

Nova adalah  deretan bintang porno keempat yang meninggal dalam beberapa bulan terakhir. Pada 23 Agustus, Ames melakukan bunuh diri,  6 Desember sementara Turi Luv meninggal  pada Agustus akibat overdosis obat terlarang. Shyla Stylez, 35, meninggal pada bulan November dan penyebab kematiannya masih belum diketahui.

 

TAGS : Olivia Nova Film Dewasa

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27601/Karena-Kesepian-Pemain-Film-Dewasa-Ini-Tewas/

Terungkap Kongkalikong Setnov Masuk RS Medika Permata Hijau

Terungkap Kongkalikong Setnov Masuk RS Medika Permata Hijau

Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari mobil ambulance setibanya di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017). Setya Novanto dibawa ke RSCM Kencana untuk tindakan medis lebih lanjut. (Foto: ANTARA /Ubaidillah/pras)

Jakarta – Insiden kecelakaan Setya Novanto alias Setnov pada November tahun lalu, menyisakan pertanyaan. Masyarakat riuh, kejadian itu bagaikan skenario yang sudah dipersiapkan. Bahkan tak sedikit yang menganggap, sudah diatur rujukan rumah sakit hingga dugaan manipulasi data.

Dan hari ini, akhirnya terungkap. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan membeberkan, antara Fredrich Yunadi yang saat itu pengacara Setnov dan Bimanesh Sutarjo yang menjadi dokter Rumah Sakit Media Permata Hijau ada kongkalikong. Padahal saat itu, Setnov status pencarian penyidik KPK.

“FY dan BST diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap, dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK terhadap tersangka SN,” ungkap Basaria.

Kendati mengalami kecelakaan, Novanto tak dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan langsung masuk ke Ruang Rawat Inap VIP.

Sebelum Novanto masuk RS Medika Permata Hijau, diduga Fredrich telah lebih dulu mendatangi rumah sakit itu untuk melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit. “Diduga FY telah datang terlebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit,” ucap dia.‎

Selain itu, lanjut Basari, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa salah satu dokter di RS Medika Permata Hijau mendapat telepon dari seorang yang diduga pengacara Novanto.

Dalam sambungan telepon itu, disampaikan bahwa Novanto akan dirawat di RS Medika Permata Hijau sekitar pukul 21.00 WIB dan meminta kamar perawatan VIP yang rencananya dipesan satu lantai.  “Padahal saat itu belum diketahui bahwa SN akan dirawat,” ujar Basaria.

Tak ayal, akhirnya Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo jadi tersangka karena dianggap menghalangi penyidikan korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto.  Keduanya dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ‎

TAGS : Fredrich Yunadi Setya Novanto Bimanesh Sutarjo

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/27610/Terungkap–Kongkalikong-Setnov-Masuk-RS-Medika-Permata-Hijau/