Taktik KPK Menjerat Setya Novanto

Taktik KPK Menjerat Setya Novanto

Tersangka kasus dugaan Korupsi, Setya Novanto saat akan menjalani pemeriksaan di KPK. (Foto:Rangga Tranggana/jurnas.com)

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim mempunyai sejumlah bukti untuk menjerat Setya Novanto sebagai pesakitan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Lembaga antikorupsi akan menunjukan bukti-bukti tersebut dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Jakarta, Selasa (12/12/2017).‎ Saut berharap bukti-bukti yang akan disodorkan dalam persidangan dapat meyakinkan majelis hakim atas sangkaan yang telah disematkan pihaknya terhadap Novanto.

“Saya fikir itu kan soal bagaimana taktiknya kita untuk meyakinkan hakim bahwa kami telah melakukan tindakan yang sudah sesuai yang ada‎,” ungkap Saut.‎

Meski demikian, Saut belum mau membeberkan bukti-bukti apa saja yang bakal `dipamerkan` pihaknya dalam persidangan Ketum Golkar nonaktif tersebut.

Ia juga menjawab diplomatis apakah bukti yang dimilikinya adalah `barang` lama atau baru.‎ “Jadi enggak ada bukti baru dan bukti lama itu,” ujar Saut.

Sidang perdana perkara kkorupsie-KTP dengan terdakwa Ketua DPR RI Setya Novanto akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu 13 Desember 2017 besok. Sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan terhadap Novanto oleh jaksa penuntut umum pada KPK. ‎

Sidang perkara ini akan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto dan empat anggota Majelis Hakim yakni Franky Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar, dan Ansyori Syaifudin.

Terpisah, kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi persidangan.‎ Menurut Maqdir, pihaknya sudah menyiapkan berkas yang dibutuhkan.

“Siap, harus siap. Semua berkas sudah kami siapkan. Kami juga sudah mempelajari berkas yang kami terima dari pengadilan. Dakwaan sudah kami baca juga. Masih kami lihat apakah ada yang miss gitu,” tutur Maqdir saat dikonfirmasi awak media melaui sambungan telepon.

Soal kondisi kesehatan, kata Maqdir, kliennya saat ini sedang dalam kondisi tak sehat dan batuk-batuk lantaran faktor cuaca. Namun, Maqdir yakin Novanto bisa mengikuti sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut.‎

“Agak memburuk ya, batuk-batuk. Tapi semoga besok lancar, mungkin karena kondisi cuaca juga. Kita usahakan yang terbaik. Tapi kondisi lancar-lancar. Semoga besok kan cuma duduk ya bisa lancar sampai persidangan,” ucap Maqdir.‎‎

Disisi lain, Maqdir mengaku belum bisa memastikan kehadiran pihak keluarga Novanto  dalam sidang tersebut. Meski demikian, Maqdir menyarankan, keluarga semestinya hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada Novanto.‎

“Soal itu saya belum tahu (keluarga hadir di sidang). Tapi support mereka pasti diberikan,” kata Maqdir.

‎Seperti diketahui, Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP untuk kedua kalinya. Novanto diduga telah menguntungkan diri sendiri dan korporasi sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari proyek bernilai Rp 5,9 triliun itu.‎

Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.‎

TAGS : e-KTP Setya Novanto

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26204/Taktik–KPK-Menjerat-Setya-Novanto–/

Polrestabes Medan Peroleh Penghargaan Bebas Korupsi

Polrestabes Medan Peroleh Penghargaan Bebas Korupsi

ilustrasi

Medan – Kebanggaan didapat Polrestabes Medan yang meraih penghargaan predikat Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan WBK itu sendiri diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Asman Abnur didampingi oleh komisioner KPK Laode M. Syarief yang diterima langsung Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK SH MHum pada Selasa (12/12/2017) di Ruang Kunti, Hotel Bidakara, jalan Jenderal Gatot Subroto Kav 71-73, Pancoran, Jakarta Selatan.

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional, yang diselenggarakan oleh MenPan RB bekerja sama dengan KPK dan Ombusman RI, untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada K/L di lingkungan pemerintah yang berkomitmen untuk mencegah korupsi dilingkungan kerjanya dan meningkatkan kulitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Mendapat penghargaan tersebut, Kapolrestabes Medan kbp Sandi Nugroho, SIK, SH, MHum mengucapkan terima kasih kepada MenPAN RB dan juga seluruh anggota Polrestabes medan serta semua pihak yang ikut membantu program Wilayah Bebas dari Korupsi di lingkungan Polrestabes medan. aselain Polrestabes medan penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi tersebut juga diberikan kepada Dirtipidkor Bareskrim Polri, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Semarang, Polresta pekan baru, Polresta Banjarmasin, Polresta Padang, Polres Balikpapan dan Polres Serang.

Sedangkan untuk Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang mendapat penghargaan yakni dari Polres Sidoardjo, Polres Gresik, dan Polres Jember.

Kombes Sandi Nugroho berharap dan berkomitmen untuk mempertahankan Wilayah Bebas dari Korupsi sehingga Polrestabes medan dapat bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

TAGS : Polrestabes Medan Wilayah Bebas dari Korupsi

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26249/Polrestabes-Medan-Peroleh-Penghargaan-Bebas-Korupsi/

PBB Curiga Iran Masih Bandel

PBB Curiga Iran Masih Bandel

Militer Houthi (Foto: Reuters)

New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih menaruh curiga dengan Iran. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan supaya Iran menghentikan seluruh pembangunan rudal balistik, meski di satu sisi sudah menjalin kesepakatan dengan enam kekuatan dunia.

Dalam laporannya, Guterres curiga Iran telah menyuplai rudal balistik kepada para pemberontak Houthi di Yaman, yang digunakan untuk menyerang Arab Saudi pada 22 Juli dan 4 November silam.

Sementara Duta Besar AS Nikki Haley menyoroti temuannya bahwa Iran telah melakukan aktivitas `destabilisasi` di beberapa wilayah di Timur Tengah, dan berbagai negara di dunia. Haley juga mengkritik kesepakatan nuklir Iran, dan menegaskan bahwa negara tersebut sudah melanggar perjanjian, dilihat dari dukungannya terhadap kelompok Houthi.

“Kesepakatan nuklir, sampai saat ini masih jadi cara terbaik untuk memastikan program nuklir Iran tetap damai,” kata Guterres dikutip dari CBS News.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka kemungkinan mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir Iran. Keputusan tersebut mengacu pada informasi yang menyebutkan bahwa Iran menjadi sponsor Houthi di Yaman. Kendati demikian, Guterres meminta AS membatalkan niatnya.

“Saya mendorong Amerika Serikat untuk mempertahankan komitmennya terhadap rencana tersebut, dan mempertimbangkan implikasi yang lebih luas untuk kawasan ini, sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” ujarnya.

TAGS : Timur Tengah Iran PBB

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26303/PBB-Curiga-Iran-Masih-Bandel/

Gugatan Dicabut, Pansus Angket DPR Bisa Panggil Paksa KPK

Gugatan Dicabut, Pansus Angket DPR Bisa Panggil Paksa KPK

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dalam Forum Legislasi (Foto: Humas DPR)

Jakarta – Sejumlah pemohon uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPD (UU MD3) tentang keabsahan pembentukan Pansus angkat DPR terhadap KPK mencabut gugatan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, dengan dicabutnya gugatan dari MK, maka status dari Pansus Angket sebagai produk DPR yang telah disahkan di paripurna, tidak lagi memiliki halangan hukum apapun dalam bekerja.

“Maka dengan itu sesuai juga dengan hasil rapat pimpian fraksi dan pimpinan DPR yang menerima pimpinan Pansus, agar Pansus terus bekerja,” kata Fahri, ketika dihubungi, Jakarta, Jumat (8/12).

Oleh sebab itu, kata Fahri, sudah waktunya meminta aparat kepolisian untuk mendampingi Pansus Angket DPR dalam pelaksanaan tugasnya.

“Apabila ada pihak-pihak yang tidak mau dihadirkan secara sukarela, maka dalam panggilan ketiga dia sudah bisa dihadirkan secara paksa,” tegasnya.

Diketahui, sejumlah pihak mencabut gugatan dengan nomor perkara 47/PUU-XV/2017 yang mempersoalkan keabsahan pembentukan hak angkat DPR terhadap KPK.

Adapun pemohon yang mencabut gugatan adalah mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas sebagai pemohon individu, Asfinawati mewakili YLBHI, Ilhamsyah dan Damar Panca Mulya dari KPBI serta Adnan Topan Husodo mewakili ICW.

“Kami sepakati hari ini kami semua datang ke MK untuk mencabut surat permohonan JR yang sudah diajukan,” kata Busyro, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

TAGS : Pansus Angket DPR KPK Fahri Hamzah

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25974/Gugatan-Dicabut-Pansus-Angket-DPR-Bisa-Panggil-Paksa-KPK/

Irak Desak Trump Batalkan Akui Yerusalem

Irak Desak Trump Batalkan Akui Yerusalem

Bendera Israel berkibar di depan Kubah masjid Shakhrah dan kota Yerusalem (AFP/Thomas Coex)

Baghdad  – Pemerintah Irak mendesak pemerintah Donald Trump membatalkan keputusan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ia berencana meminta duta besar Amerika Serikat di Baghdad untuk memprotes keputusan tersebut.

Presiden Donald Trump membalikkan kebijakan Amerika Serikat dalam beberapa dekade pada Rabu. Kebijakan yang dinilai membahayakan usaha perdamaian Timur Tengah dan mengganggu dunia Arab dan sekutu Barat.

Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan telah memanggil duta besar Amerika Serikat di Baghdad dan akan menyerahkan sebuah memo untuk memprotes keputusan Trump.

“Kami berhati-hati terhadap dampak berbahaya dari keputusan mengenai stabilitas kawasan dan dunia ini,” menurut pernyataan pemerintah Irak dilansir Reuters, Kamis (7/12) 

“Pemerintah Amerika Serikat harus mengundurkan diri dari keputusan ini untuk menghentikan eskalasi berbahaya yang akan mendorong ekstremisme dan menciptakan kondisi yang menguntungkan terorisme,” katanya.

Juru bicara Syi`ah terkemuka Irak Ayatollah Ali al-Sistani mengutuk keputusan tersebut dan meminta “Umma”, atau negara Islam, untuk menyatukan usahanya dan merebut kembali Yerusalem.

“Keputsan ini menyakitkan perasaan ratusan juta orang Arab dan Muslim. Kebijakan itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa Yerusalem adalah daerah yang diduduki yang harus kembali ke kedaulatan pemilik Palestinanya tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan,” katanya.

Puluhan orang Irak memprotes keputusan di Baghdad, membawa tanda-tanda yang mengatakan bahwa “Yerusalem adalah Arab” dan berjanji untuk kembali dalam jumlah yang lebih banyak keesokan harinya setelah shalat Jumat.

Seorang milisi Irak terkemuka, Harakat Hizbullah al-Nujaba yang didukung Iran, mengatakan bahwa keputusan Trump bisa menjadi “alasan yang sah” untuk menyerang pasukan Amerika Serikat di Irak.

“Keputusan bodoh Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibukota bagi Zionis akan menjadi percikan besar untuk menyingkirkan entitas ini dari tubuh negara Islam, dan alasan yang sah untuk menargetkan pasukan Amerika,” kata pemimpin kelompok tersebut, Akram al-Kaabi.

Amerika Serikat memimpin sebuah koalisi internasional yang membantu Irak memerangi negara Islam dan telah memberikan dukungan udara dan darat. Ini memiliki lebih dari 5.000 tentara di Irak.

Nujaba, yang memiliki sekitar 10.000 pejuang, adalah salah satu milisi terpenting di Irak. Meskipun terdiri dari orang Irak, ia setia kepada Iran dan membantu Teheran membuat rute pasokan melalui Irak ke Damaskus.

 

TAGS : Yerusalem Amerika Serikat Arab Irak Israel

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25951/Irak-Desak-Trump-Batalkan-Akui-Yerusalem-/

Hubungan Israel-Arab Saudi Semakin Terang-terangan

Hubungan Israel-Arab Saudi Semakin Terang-terangan

Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Reuters/Hamad I Mohammed)

Yerusalem – Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz  mengundang pangeran mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman untuk mengunjungi Israel.

Menurut juru bicaranya, Arye Shalicar, selain mengundang Mohammed bin Salman ke Istana, Katz juga berharap Raja Salman mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Riyadh.

“Katz memanggil Pangeran Salman karena ingin adanya perdamaian regional, dan itu adalah bagian dari program tiga lapisnya,” kata juru bicaranya, yang mengacu pada kerja sama keamanan dan ekonomi yang mengarah pada perdamaian, dilansir Al Arabiya, Kamis (14/12)

Dalam wawancara tersebut, Katz menyebut Arab Saudi sebagai pemimpin dunia Arab. Ia merekomendasikan agar perundingan damai antara Palestina dan Israel terjadi di bawah naungan kerajaan tersebut.

Meskipun Arab Saudi tidak secara resmi mempertahankan hubungan diplomatik dengan Israel, perkembangan terakhir tampaknya telah mendorong Riyadh dan Tel Aviv untuk bersama-sama.

Analis mengatakan bahwa hubungan rahasia antara kedua negara didasarkan pada ancaman umum”Iran dan merupakan bagian dari dinamika regional baru.

Bulan lalu, Menteri Komunikasi Israel Ayoub Kara mengundang Mufti Arab Saudi Abdul Aziz al-Sheikh untuk mengunjungi Israel. Beberapa hari kemudian, kepala staf Israel Gadi Eizenkot memberikan wawancara resmi pertama kepada Elaf, mengatakan bahwa Israel siap untuk berbagi intelijen dengan Arab Saudi di Iran.

TAGS : Israel Arab Saudi Palestina

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26339/Hubungan-Israel-Arab-Saudi-Semakin-Terang-terangan/

Setya Novanto Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Setya Novanto Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Ketua DPR, Setya Novanto

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan proses penyidikan atau P21 ‎‎tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto. Selanjutnya penyidik menyerahkan berkas dan tersangka ke penuntut umum.

“Perkembangan proses penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka SN sudah selesai dan dinyatakan lengkap atau P21,” ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha‎, melalui pesan singkat, Selasa (5/12/2017) malam.

Penuntut umum selanjutnya memiliki waktu maksimal 14 hari untuk menyusun surat dakwaan dan kemudian melimpahkannya ke pengadilan. Tak lama lagi, Novanto akan duduk di kursi pesakitan untuk diadili.

“Selanjutnya aspek formil penyerahan tersangka dan berkas dari penyidik ke JPU akan diproses lebih lanjut,” tutur Priharsa.

Sementara itu, Novanto enggan komentar saat dikonfirmasi awak media seusai menjalani penandatanganan berkas di KPK. Ketua DPR RI yang membawa sebundel dokumen itu enggan mengkonfirmasi pertanyaan awak media dan memilih memasuki mobil tahanan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Novanto, Fredrich Yunadi saat dikonfirmasi terpisah

mengungkapkan bahwa dirinya sempat diminta penyidik KPK untuk mendampingi kliennya menandatangani berkas yang telah lengkap alias P21. Akan tetapi Fredrich tak hadir.

“Penyidik KPK tadi telepon saya, minta saya harus hadir ke KPK untuk dampingi SN dalam rangka P21,” ujar Fredrich.‎

Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP untuk kedua kalinya. Novanto diduga telah menguntungkan diri sendiri dan korporasi dari megaproyek tersebut.

Novanto bersama dengan Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong dan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. ‎Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Usai ditetapkan tersangka, Novanto kembali melayangkan gugatan praperadilan ke PN Jaksel. Sidang gugatan sedianya digelar pada 30 November 2017. Namun, tim biro hukum tak hadir saat itu. Sidang itu akhirnya ditunda hingga 7 Desember 2017.

TAGS : Setya Novanto KPK e-KTP

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25849/Setya-Novanto-Segera-Duduk-di-Kursi-Pesakitan/

Kenakan "Keffiyeh", Menlu Indonesia Nyatakan Dukung Palestina

Kenakan "Keffiyeh", Menlu Indonesia Nyatakan Dukung Palestina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi

Banten – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi memakai selendang “keffiyeh” yang menjadi khas Palestina dalam “Bali Democracy Forum” (BDF) Ke-10. Cara ini  untuk menunjukkan dukungan Indonesia kepada Palestina setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Saya berdiri di sini memakai selendang Palestina untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia, rakyat Indonesia, yang akan selalu bersama rakyat Palestina untuk hak-hak mereka. Indonesia akan selalu bersama Palestina,” kata Menlu RI sambil menunjukkan selendang bermotif kotak-kotak hitam-putih itu dalam pembukaan BDF Ke-10 di Gedung Indonesia Conference and Exhibition (ICE), Serpong, Banten, Kamis.

Menlu Retno juga menegaskan Indonesia mengecam pengumuman Trump di Washington DC pada Rabu (6/12) pukul 13.00 atau Kamis pukul 01.00 WIB yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Kami mengecam pengakuan ini, demokrasi berarti menghormati hukum internasional. Jadi pengakuan tersebut tidak menghormati berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Retno dilansir Antara.

Selain itu, Menlu RI juga menyesalkan Amerika Serikat sebagai negara demokrasi yang telah maju mengambil langkah yang mengancam perdamaian dan berpotensi meningkatkan instabilitas kawasan Timur Tengah.

“Sebagai negara demokrasi, Amerika seharusnya tahu apa arti demokrasi,” kata dia.

Presiden Joko Widodo direncanakan akan memberikan pernyataan kecaman resmi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis, terkait pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pada Rabu pukul 13.00 waktu setempat, di Gedung Putih Washington DC, Trump telah mengumumkan secara resmi pengakuan AS terhadap Yerusalem sebagai wilayah Israel dan akan memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump menyebut pengakuan Yerusalem sebagai milik Israel tidak lain sebagai pengungkapan fakta sebagaimana mestinya.

Padahal, Palestina akan menjadikan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota saat benar-benar merdeka karena wilayah tersebut masih dicaplok Israel.

TAGS : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Donald Trump

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/25917/Kenakan-Keffiyeh-Menlu-Indonesia-Nyatakan-Dukung-Palestina/

KPK Telisik Kontrak Beli Pesawat Garuda

KPK Telisik Kontrak Beli Pesawat Garuda

Garuda Indonesia

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami kontrak jasa konsultasi dalam pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia. Karena dugaan suap yang menjerat tersangka Soetikno Soedarjo dan Emirsyah Satar.

“Penyidik mendalami kontrak jasa konsultasi terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat,” ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

KPK diketahui telah menetapkan pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA) yang juga beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo dan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar sebagai tersangka dalam kasus ini. Connaught International milik Soetikno yang beroperasi di Singapura merupakan konsultan bisnis penjualan pesawat dan mesin pesawat di Indonesia.

Tak hanya mendalami kontrak, KPK juga mendalami komisi terkait pengadaan pesawat ini. Untuk mendalami kedua hal tersebut, tim penyidik memeriksa Sallyawati Rahardja, anak buah Soetikno, Kamis (14/12/2017).

Sally disebut-sebut sebagai tangan kanan Soetikno dalam hal keuangan ini. “Penyidik juga mendalami informasi pembayaran komisi‎,” ujar Febri.

TAGS : Garuda Indonesia Emirsyah Satar KPK

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26341/KPK-Telisik-Kontrak-Beli-Pesawat–Garuda-/

Saudi Terlalu Lunak dengan AS

Saudi Terlalu Lunak dengan AS

Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz menerima Emir Kuwait Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah pada tanggal 16 Oktober 2017 (Bandar Algaloud / Suudi Kraliyet Divanı / Anadolu Agency)

Istanbul – Pemerintah Turki mengkritik Arab Saudi yang dianggap terlalu lunak terhadap keputusan Amerika Serikat, usai mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ia mengatakan beberapa negara Arab takut membuat marah Washington.

Demikian disampaikan pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam (KTT OKI), pada Rabu (13/12) malam di Istanbul.

Minggu lalu, Presiden Donald Trump minggu mengakui Yerusalem Sebagai ibukota Israel membuat marah banyak negara Muslim. Namun, hanya sedikit pemerintah yang menyamai semangat Turki yang megatakan, pihaknya akan terjun ke dunia “menjadi api tanpa akhir”.

Beberapa negara masih belum mengatakan siapa yang akan mereka kirim ke Istanbul. “Beberapa negara Arab telah menunjukkan tanggapan yang sangat lemah (di Yerusalem),” kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

“Sepertinya beberapa negara sangat pemalu Amerika Serikat,” sambungya dilansir Reuters, Kamis (14/12).

Ia mengatakan Mesir dan Uni Emirat Arab akan mengirim menteri luar negeri sementara Arab Saudi belum memutuskan. Ketiga negara memiliki hubungan yang rumit dengan Turki, melihat kaitan antara kebijakan Partai AK yang bermarkas di Partai Islam Erdogan dan gerakan Islam regional yang mereka lawan.

Beberapa negara lain, kata Cavusoglu, juga belum mengatakan siapa yang akan mereka kirim

Ia menyerukan pertemuan Organisasi Negara-negara Kerjasama Islam mampu menghadapi serangan Amerika Serikat dengan slogan, “Saya adalah kekuatan besar, dan saya dapat melakukan apa saja.”

“Kami akan membuat seruan untuk negara-negara yang sejauh ini tidak mengenal Palestina untuk melakukannya sekarang,” katanya.

“Kami ingin Amerika Serikat kembali dari kesalahannya,” tambahya

TAGS : Yerusalem Turki Israel Amerika Serikat Arab

This article is automatically posted by WP-AutoPost Plugin

Source URL:http://www.jurnas.com/artikel/26299/Saudi-Terlalu-Lunak-dengan-AS/